Tampilkan postingan dengan label dunia pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia pendidikan. Tampilkan semua postingan

dosen yang baik dalam mengajar

Posted by Unknown Rabu, 20 Februari 2013 0 komentar

Tangkis Gaptek, Dosen ITS Belajar Buat Materi Kuliah Menarik



Ilustrasi : Corbis
Ilustrasi : Corbis
JAKARTA - Dalam menyampaikan materi perkuliahan, dosen perlu didukung dengan cara mengajar dan metode pembelajaran yang efektif dan efisien. Sebab, terkadang mata kuliah yang sebetulnya santai menjadi terasa berat ketika cara penyampaian dan penyampaian materi kuliah sangat monoton dan membosankan.  
Untuk mengatasi hal tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggelarWorkshop Penggunaan E-Learning sebagai Media Pembelajaran kepada sejumlah dosen. Salah satu pembicara Nur Qomaruddin menyatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dosen dalam menyampaikan materi yang lebih menarik bagi para mahasiswa.
 
''Tujuan diadakannya workshop meningkatkan kompetensi dosen-dosen, menambah wawasan mereka dalam menyajikan materi bahan ajar. Bukan berarti saat ini dosen tidak baik dalam menyajikan materinya, namun kompetensi dosen masih dapat ditingkatkan lagi dengan berbagai teknik yang lain," tutur Nur, seperti dinukil dari ITS Online, Jumat (16/11/2012).
 
Workshop ini menyampaikan bagaimana menyajikan materi bahan ajar berbasis e-learning. Salah satu teknik yang disampaikan dalam workshop ini ialah optimalisasi penggunaan fitur-fitur power point. ''Dosen akan dibekali bagaimana caranya memanfaatkan fitur-fitur power point, seperti video capturedan screen capture,'' paparnya.
 
Selain itu, para dosen juga dibekali pengatahuan bagaimana cara membuat link website dan video padapower point. Tutor menyarankan dosen untuk dapat memasukkan flash video dan animasi pada slidepresentasi untuk membuat penyampaian materi bahan ajar yang lebih menarik.
 
''Dosen memberikan respons yang baik, mereka tertarik untuk mengikuti. Meskipun, ada beberapa dosen sepuh yang sedikit terbatas untuk mengikuti arahan dari workshop ini karena tidak familiar dengan penggunaan fitur-fitur power point," imbuhnya.
 
Mengingat manfaat workshop tersebut, maka kegiatan ini akan dilakukan secara kontinyu dengan peserta workshop yang digilir dari berbagai dosen di setiap jurusan. ''Kegiatan ini memang baru dimulai tahun ini dan workshop ini adalah pelaksanaan yang kedua di tahun ini,'' kata Nur.
(mrg
)

Baca Selengkapnya ....

cara belajar yang asyik

Posted by Unknown 1 komentar

Cara Mengatur Waktu Belajar Yang Menyenangkan

Belajar adalah suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap orang, terutama oleh para pelajar. Hal ini merupakan usaha untuk memperoleh serapan ilmu yang maksimal. Agar sistem penyerapan ilmu menjadi maksimal belajar sebaiknya jangan hanya dilakukan di sekolah saja. Tapi, perlu dilakukan di rumah. Di rumah belajar itu bisa sangat termanajemen dengan adanya pengawasan dari orang tua. Akan tetapi tidak semua orang beruntung dalam hal ini. Banyak para pelajar yang mempunyai orang tua yang super sibuk sehingga tidak sempat lagi mengawasi anak-anaknya untuk belajar.

Dalam kasus ini, kemandirian anak sangatlah diperlukan. Tanpa adanya kontrol dari orang tua, hendaknya pelajar tersebut dapat menggunakan waktunya dengan baik, dapat mengatur waktu dengan maksimal. Sehingga tidak dihabiskan hanya dengan bermain. Berikut ini cara-cara untuk mengatur waktu sehingga waktu belajar dapat terkoordinir dengan baik.
·        Membuat daftar "Kerjaan". Tulislah hal-hal yang harus kamu kerjakan, kemudian putuskan apa yang dikerjakan sekarang, apa yang dikerjakan nanti, apa yang dikerjakan orang lain, dan apa yang bisa ditunda dulu pengerjaannya.
·        Membuat jadwal harian/mingguan. Catat janji temu, kelas dan pertemuan pada buku/tabel kronologis. Selalu mengetahui jadwal selama sehari, dan selalu pergi tidur dengan mengetahui kamu sudah siap untuk menyambut besok.
·        Merencanakan jadwal yang lebih panjang. Gunakan jadwal bulanan sehingga kamu selalu bisa merencanakan kegiatanmu lebih dulu. Jadwal ini juga bisa mengingatkanmu untuk membuat waktu luangmu dengan lebih nyaman.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat rencana belajar yang efektif:
  • Beri waktu yang cukup untuk tidur, makan dan kegiatan hiburan.
  • Prioritaskan tugas-tugas.
  • Luangkan waktu untuk diskusi atau mengulang bahan sebelum kelas.
  • Atur waktu untuk mengulang langsung bahan pelajaran setelah kelas. Ingatlah bahwa kemungkinan terbesar untuk lupa terjadi dalam waktu 24 jam tanpa review.
  • Jadwalkan waktu 50 menit untuk setiap sesi belajar.
  • Pilih tempat yang nyaman (tidak mengganggu konsentrasi) untuk belajar.
  • Rencanakan juga "deadline".
  • Jadwalkan waktu belajarmu sebanyak mungkin pada pagi/siang/sore hari.
  • Jadwalkan review bahan pelajaran mingguan.
  • Hati-hati, jangan sampai diperbudak oleh jadwalmu sendiri!
Menerut para ahli, waktu yang efektif untuk para pelajar menyerap ilmu adalah 3-10 menit. Jika kita perhatikan realita yang ada, pendapat para ahli ini ada benarnya juga. Saya pribadi jika belajar terlalu lama, yang ada hanya pusing, capek, dan lain-lain. Dikarenakan hal itu ilmu yang masuk hanyalah sedikit dan terkadang tidak bertahan lama di otak atau cepat lupanya. Heee.
Bila sesuai pendapat para ahli tersebut, berikut ini contoh rencana belajar yang efektif:
1.      Belajarlah dengan rutin setiap hari tetapi dengan frekuensi waktu yang tidak telalalu lama. Banyak pelajar malas belajar setiap hari dan waktu belajar favorit mereka adalah ketika ingin ujian saja. Mereka mulai mengobrak abrik buku catatan mereka yang begitu banyak. Perlu diketahui hal ini tidaklah baik karena kapasitas otak kita terbatas dan tidak mampu menampung materi pelajaran yang menumpuk dalam satu hari itu saja.
2.      Atur waktu belajar anda sektia 5-10 menit saja. Misalnya: setelah pulang sekolah, makan siang kemudian istirahat. Setelah istirahat luangkan waktu 5 atau 10 menit membaca buku atau mempelajari materi yang ingin anda pelajari. Setelah magrib/isya luangkan waktu 5 atau 10 menit untuk belajar lagi kemudian tidur. Bangun pagi untuk sholat subuh bagi yang muslim, kemudian setelah itu luangkan waktu 5-10 untuk belajar. (ini hanya contoh dari saya, jika waktu belajar anda bisa anda atur sesuka anda akan tetapi sesuai pendapat para ahli diatas, aturlah waktu belajar yang tidak terlalu lama tetapi dengan frekuensi sering atau beberapa kali dalam sehari.)
3.      Dahulukan pelajaran yang dianggap sulit. Jadi dalam satu hari anda bisa belajar bukan hanya satu mata pelajaran saja. Misalnya setelah istirahat siang belajar Bahasa Inggris, setelah magrib/isya belajar MTK, setelah subuh belajar Kimia atau menggerjakan PR sekolah.
Inilah tips cara mengatur waktu belajar yang efektif. Semoga dengan ini belajar bukan lagi suatu hal yang sulit dan membebankan bagi kita semua apalagi sebagai siksaan. Dengan ini semoga belajar menjadi kegiatan yang menyenangkan. Semgoa teman belajar bahasa Inggris online menyukainya dan  bermamfaat untuk kita semua. Terima kasih.

Baca Selengkapnya ....

ciri-ciri anak bermasalah

Posted by Unknown 0 komentar

Enam Ciri Karakter Anak Bermasalah
“Mungkinkah mengetahui dan memastikan apakah seorang anak itu bermasalah, dalam waktu 5-10 menit pertama saat kita bertemu dengannya?” Jawabannya adalah “mungkin” dan “pasti”. Itu pertanyaan yang sering saya ajukan kepada peserta seminar ataupun para orangtua yang sedang bersemangat belajar dan mencecar saya dengan berbagai pertanyaan seputar anaknya.
Rahasia tersebut akan saya bahas sekarang, rahasia yang sering saya gunakan untuk menganalisa seorang anak. Apakah dia bermasalah, bahkan setelah mempelajarinya dengan seksama kita mampu meramal masa depan seorang anak. Wow, tenang ini bukan obral janji, tapi ini pasti. Dari hasil menangani berbagai kasus keluarga dan individu maka terbentuklah suatu pola yang akurat ditiap individu. Kebanyakan klien saya jika memiliki masalah, kebanyakan masalah tersebut  dan sebagian besar masalah itu berasal dari 2 hal. Ini juga rahasia (Rahasia dari ruang terapi saya), tapi akan saya bongkar habis.
Baiklah 2 hal tersebut berasal dari :
  • Keluarga (keluarga yang membentuk masalah tersebut secara tidak sengaja).
  • Masalah tersebut berasal dari usia 7 tahun kebawah.

Keluarga, adalah faktor penting dalam pendidikan seorang anak. Karakter seorang anak berasal dari keluarga. Dimana sebagian sampai usia 18 tahun anak-anak diIndonesia menghabiskan waktunya 60-80 % bersama keluarga. Manusia berbeda dengan binatang (maaf..) seekor anak kucing yang baru lahir, bisa hidup jika dipisahkan dari induknya, dan banyak binatang yang lain yang memiliki kemampuan serupa. Manusia tidak bisa, sampai usia 18 tahun masih membutuhkan orangtua dan kehangatan dalam keluarga. Sukses seorang manusia tidak lepas dari “kehangatan dalam keluarga”. Akan sangat banyak hal yang akan dikupas dari tiap tahun kehidupan manusia dan kebutuhannya serta cara memenuhi kebutuhan tersebut, terutama aspek emosi. Saya tidak akan meneruskannya, kita akan bahas dikesempatan lainnya, kini kita kembali ke cara mengetahui ciri anak bermasalah.
Usia 7 tahun kebawah? Ada apa pada usia ini? Pada masa ini kebanyakan (85%) letak masalah atau asal muasal masalah / hambatan seorang manusia tercipta. Istilah kerennya Mental Block. Karakter yang menghabat pencapaian cita-cita pribadi kita. Dan biasanya akan terasa pada usia 22 tahun ke atas. Woo… segitunya? Ya Mental Block seperti program yang seakan-akan dipersiapkan (karena ketidak sengajaan dan ketidak tahuan orangtua kita) untuk menghambat berbagai macam aspek dalam kehidupan kita. Aspek itu bisa berupa Karier (takut kaya, takut jabatan tinggi) kesehatan (tubuh gemuk, alergi) Relationship (tidak gampang cocok dengan pasangan/teman, paranoid) dan lain hal, serta masih banyak lagi.
Ada apa dengan 7 tahun kebawah dan disekitar 7 tahun pertama kehidupan manusia? Baiklah saya jelaskan, pada masa ini kita membutuhkan, kebutuhan dasar Emosi yang harus terpenuhi ingat HARUS terpenuhi. Jika pada masa ini lewat dan tidak terpenuhi  maka, akan terjadi Mental Block pada diri anak tersebut. Inilah asal muasal dimana Mental Block terbentuk. Karena tidak terpenuhinya kebutuhan dasar Emosi yang dibutuhkan seorang manusia. Kebutuhan apa yang dibutuhkan pada anak seusia itu? Sehingga fatal akibatnya (pada masa dewasa anak tersebut) jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi

Ada 3 kebutuhan yang harus dipenuhi pada anak usia 0 – 7 tahun bahkan lebih, cara ini adalah kunci dalampendidikan karakter, agar karakter anak kita bisa tumbuh dan berkembang maksimal. Disamping itu ketiga hal inilah asal muasal Mental Block yang sering kali terjadi atau terasa sangat menganggu pada saat anak tersebut dewasa. Yaitu :

1. Kebutuhan akan rasa aman
2. Kebutuhan untuk mengontrol
3. Kebutuhan untuk diterima
3 kebutuhan dasar emosi tersebut harus terpenuhi agar anak kita menjadi pribadi yang handal dan memiliki karakter yang kuat menghadapi hidup. Ini akan sangat panjang sekali jika dijelaskan, nah mengingat kita membahas ciri – ciri karakter anak bermasalah maka kita akan kembali ke topic tersebut.
Sebenarnya ada 6 ciri karakter anak yang bermasalah, cukup kita melihat dari perilakunya yang nampak maka, kita sudah dapat melakukan deteksi dini terhadap “musibah besar” dikehidupan yang akan datang (baca: semakin dewasa) dan secepatnnya dapat melakukan perbaikan.
Inilah ciri-ciri karakter tersebut :
1. Susah diatur dan diajak kerja sama
Hal yang paling Nampak adalah anak akan membangkang, akan semaunya sendiri, mulai mengatur tidak mau ini dan itu. pada fase ini anak sangat ingin memegang kontrol. Mulai ada “pemberontakan” dari dalam dirinya. Hal yang dapat kita lakukan adalah memahaminya dan kita sebaiknya menanggapinya dengan kondisi emosi yang tenang.
Ingat akan kebutuhan dasar manusia? Tiga hal diatas yang telah saya sebutkan, nah kebutuhan itu sedang dialami anak. Kita hanya bisa mengarahkan dan mengawasi dengan seksama.
2. Kurang terbuka pada pada Orang Tua
Saat orang tua bertanya “Gimana sekolahnya?” anak menjawab “biasa saja”, menjawab dengan malas, namun anehnya pada temannya dia begitu terbuka. Aneh bukan? Ini adalah ciri ke 2, nah pada saat ini dapat dikatakan figure orangtua tergantikan dengan pihak lain (teman ataupun ketua gang, pacar, dll). Saat ini terjadi kita sebagai orangtua hendaknya mawas diri dan mulai menganti pendekatan kita.
3. Menanggapi negatif
Saat anak mulai sering berkomentar “Biarin aja dia memang jelek kok”, tanda harga diri anak yang terluka. Harga diri yang rendah, salah satu cara untuk naik ke tempat yang lebih tinggi adalah mencari pijakan, sama saat harga diri kita rendah maka cara paling mudah untuk menaikkan harga diri kita adalah dengan mencela orang lain. Dan anak pun sudah terlatih melakukan itu, berhati-hatilah terhadap hal ini. Harga diri adalah kunci sukses di masa depan anak.
4. Menarik diri
Saat anak terbiasa dan sering Menyendiri, asyik dengan duniannya sendiri, dia tidak ingin orang lain tahu tentang dirinya (menarik diri). Pada kondisi ini kita sebagai orangtua sebaiknya segera melakukan upaya pendekatan yang berbeda. Setiap manusia ingin dimengerti, bagaimana cara mengerti kondisi seorang anak? Kembali ke 3 hal yang telah saya jelaskan. Pada kondisi ini biasanya anak merasa ingin diterima apa adanya, dimengerti – semengertinya dan sedalam-dalamnya.
5. Menolak kenyataan
Pernah mendengar quote seperti “Aku ini bukan orang pintar, aku ini bodoh”, “Aku ngga bisa, aku ini tolol”. Ini hampir sama dengan nomor 4, yaitu kasus harga diri. Dan biasanya kasus ini (menolak kenyataan) berasal dari proses disiplin yang salah. Contoh: “masak gitu aja nga bisa sih, kan mama da kasih contoh berulang-ulang”.
6. Menjadi pelawak
Suatu kejadian disekolah ketika teman-temannya tertawa karena ulahnya dan anak tersebut merasa senang. Jika ini sesekali mungkin tidak masalah, tetapi jika berulang-ulang dia tidak mau kembali ke tempat duduk dan mencari-cari kesempatan untuk mencari pengakuan dan penerimaan dari teman-temannya maka kita sebagai orang tua harap waspada. Karena anak tersebut tidak mendapatkan rasa diterima dirumah, kemanakah orangtua?

Baca Selengkapnya ....

cara jitu untuk masa depan anak

Posted by Unknown 0 komentar

Cara Terbaik Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak



Pengaruh Inflasi
Biaya pendidikan terus naik setiap tahun. Kenaikannya bisa mencapai 10% hingga 20%/tahun. Kenaikan harga seiring berjalannya waktu (atau penurunan nilai uang terhadap waktu) disebut inflasi. Dan inflasi di sektor pendidikan termasuk yang paling tinggi.
Jika kita punya anak yang baru lahir, sekitar enam tahun lagi dia akan masuk sekolah dasar. Jika uang pangkal masuk SD berkualitas baik tahun ini sebesar 5 juta, maka enam tahun lagi biayanya bisa mencapai 8 jutaan (asumsi inflasi 10%) atau 10 jutaan (inflasi 15%). Oleh karena itu kita jangan mengumpulkan uang hingga sebesar 5 juta, tapi kumpulkanlah uang senilai 10 juta, khusus untuk masuk SD.
Tentunya kita pun perlu mempersiapkan dana masuk SMP, SMA, dan perguruan tinggi, yang pasti lebih besar ketimbang uang pangkal SD. Jika uang pangkal masuk SMP berkualitas baik tahun ini besarnya 7 juta, maka 12 tahun mendatang, uang pangkalnya akan mencapai 19 jutaan (asumsi inflasi 10%) atau 32 jutaan (asumsi inflasi 15%).
Jika kita tidak siap dengan biaya-biaya tsb, alternatifnya adalah menyekolahkan anak kita di sekolah negeri. Gratis. Tapi sebagian kita mungkin kurang percaya dengan kualitas sekolah negeri. Jika ada sekolah negeri berkualitas baik (SBI atau RSBI), jadinya pasti tidak gratis lagi.
Selain itu, biarpun SD, SMP, dan SMA negeri sudah gratis, perguruan tinggi belum ada yang gratis. Kecuali anak kita cukup pintar sehingga berhasil mendapatkan beasiswa, selebihnya kita tetap harus mengumpulkan uang.
Jadi, bagaimana menyiasatinya?
Ada beberapa cara mengumpulkan uang, misalnya menabung di bawah kasur, menabung di bank, atau deposito. Tapi cara-cara tsb tidak tanggap terhadap inflasi. Celengan di rumah tidak ada bunganya, sedangkan bunga deposito saat ini rata-rata cuma 6%/tahun. Di deposito, meski uang kita bertambah 6% setiap tahunnya, sebetulnya uang tsb berkurang nilainya. Jika kita menabung 500 ribu per bulan dan setelah 5 tahun terkumpul 30 juta, sesungguhnya 30 juta di lima tahun mendatang itu tidak sama dengan 30 juta sekarang. Dengan inflasi 10%, maka 30 juta lima tahun kemudian hanyalah senilai dengan uang 19 juta masa sekarang. Dengan kata lain, jika 30 juta saat ini bisa kita belikan 30 set meja makan seharga @1 juta, lima tahun kemudian yang diperoleh hanya 19 set meja makan.
Betapa jahatnya inflasi; diam-diam ia merampok sebagian uang kita sementara kita sedang tidur (tidak sadar).
Dua Cara Mempersiapkan Dana Pendidikan
Oleh karena itu, cara terbaik mempersiapkan dana pendidikan anak adalah dengan menabung atau berinvestasi di instrumen yang bisa menghasilkan retur sama atau lebih besar dari inflasi. Apa atau apa sajakah itu?
Pertama, menabung emas atau perak (dinar atau dirham). Harga emas dan perak selalu naik, dan kenaikannya bisa mengimbangi bahkan mengalahkan inflasi. Jika tahun ini uang pangkal masuk SD setara dengan 10 gram emas (5 jutaan; per gram 500 ribuan), maka enam tahun kemudian pun biayanya tetap di kisaran 10 gram emas. Jika uang pangkal masuk SMP tahun ini setara 14 gram emas (7 jutaan), maka 12 tahun ke depan pun biayanya tetap sekitar 14 gram emas.
Menabung dalam bentuk emas/perak menjamin nilai uang kita di masa depan, tanpa terpengaruh kenaikan harga-harga (inflasi). Jadi jika kita sudah memiliki 10-20 gram emas saat ini, tidak perlu khawatir kalau hanya untuk urusan masuk SD/SMP. Tapi ya tetap harus mengumpulkan uang untuk keperluan lain.
Menabung emas bisa dicicil, tapi karena harga satu gram emas saja sekarang sudah lebih dari 500 ribu, dan biasanya emas dijual dalam satuan yang lebih berat (2, 3, atau 5 gram; dan 1 dinar saja beratnya 4,25 gram), maka bagi orang yang hanya mampu menabung 500 ribu sebulan, dia harus menunggu beberapa bulan untuk membeli emas. Atau bisa juga dia mencicil emas di pegadaian, tapi dikenai biaya administrasi dan margin keuntungan, dan ada DP (uang muka) yang besarnya sekitar 25%.
Pilihan yang lebih terjangkau adalah menabung perak (dirham). Harganya saat ini sekitar 70 ribuan per dirham, beli 5 dirham bebas ongkos pembuatan. Dirham bisa dibeli secara offline maupun online di gerai-gerai yang menjual dinar dan dirham. Alamatnya silakan dicari di internet.
Kedua, berinvestasi di saham atau reksadana. Investasi saham berarti kita membeli secara langsung saham-saham perusahaan yang terdaftar di pasar modal (Bursa Efek Indonesia), sedangkan reksadana adalah berinvestasi saham/obligasi di pasar modal melalui manajer investasi.
Investasi saham/reksadana dapat menghasilkan retur lebih besar daripada emas, tapi mengandung risiko merugi. Risiko kerugian dapat diminimalkan dengan pengetahuan yang memadai. Oleh karena itu, sebelum memutuskan terjun ke pasar modal, kita harus mempelajari dulu seluk-beluk investasi saham/reksadana. Sekilas ini kedengarannya sulit, tapi jika anda punya waktu dan siap untuk mempelajarinya, kenapa tidak.
Apakah investasi saham/reksadana perlu modal besar? Dulu mungkin iya, tapi sekarang tidak. Sekarang ini kita bisa membuka rekening di perusahaan sekuritas (pialang/broker saham) dengan deposit minimal 5 juta, bahkan ada yang cuma 100 ribu. 100 ribu? Ya, dan saya sudah membuka rekening di broker tsb. Tapi tentu saja 100 ribu tsb baru untuk buka rekening saja, belum bisa dipakai beli saham apa pun. Untuk mulai membeli saham, kita perlu setor 500 ribu atau 1 juta; itu cukup untuk membeli 1-2 lot saham yang harganya seribu rupiah per lembar. Seterusnya kita bisa menambah kepemilikan saham kita setiap bulan atau setiap kali punya uang lebih.
Jika saham tampaknya cukup ribet dan butuh belajar banyak, maka reksadana tidak perlu sebanyak itu belajarnya. Percayakan saya dana kita kepada manajer investasi yang memang ahlinya dalam berinvestasi. Selain itu reksadana bisa dicicil dengan biaya lebih murah. Dulu reksadana ditawarkan dengan setoran awal minimal puluhan juta, tapi sekarang ada reksadana yang menerima cicilan mulai 100 ribu/bulan.
Adakah cara lain mengumpulkan uang untuk keperluan di masa depan? Sementara itu dulu, sebab keduanya (nabung emas/perak dan investasi saham/reksadana) bisa dicicil secara berkala dengan lebihan dari gaji atau penghasilan bulanan. Dan tulisan ini pun saya tujuan untuk orang-orang yang mengandalkan hidup dari gaji rutin.
Sebelumnya Harus Punya Asuransi Jiwa
Mungkin anda berpikir, okelah kita bisa menyisihkan uang secara rutin untuk beli emas atau reksadana, tapi bagaimana kalau di tengah jalan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada diri kita sehingga kita tidak bisa lagi mencicil dana tsb?
Solusinya: sebelum menabung atau berinvestasi, terlebih dahulu kita harus punya asuransi jiwa.
Dalam prioritas perencanaan keuangan, asuransi jiwa didahulukan dari investasi, sebab investasi bisa gagal total jika di tengah jalan terjadi sesuatu pada kita, entah sakit, kecelakaan, atau meninggal dunia. Jika sakit, maka kita harus berobat. Untuk berobat perlu uang. Semakin parah penyakitnya, semakin besar uang yang kita butuhkan. Pertanyaannya, apakah kita rela jika hasil investasi kita, yang sedianya untuk tujuan pendidikan, terpakai untuk biaya berobat? Tentu lebih baik jika biaya berobat itu berasal dari pihak lain, dalam hal ini perusahaan asuransi. Dengan demikian, dana investasi kita tetap aman-aman saja.
Atau jika kita meninggal dunia, sudah jelas anak kita bukan hanya kehilangan dana pendidikan, tapi juga sumber nafkah hidupnya. Oleh karena itu, asuransi jiwa wajib hukumnya bagi orangtua yang telah memiliki tanggungan hidup. Bukan sekadar punya, jumlahnya pun harus cukup.
Satu hal perlu diperhatikan: Yang harus mengambil asuransi jiwa adalah orangtua, bukan anak. Anak tidak butuh asuransi jiwa, sebab seandainya dia meninggal, kedua orangtua memang akan sedih, tapi tidak disusahkan dalam segi ekonomi.
Asuransi Pendidikan Jenis Endowment
Dari pemikiran ini, bahwa persiapan dana di masa depan harus dibarengi dengan asuransi jiwa, muncullah produk keuangan yang disebut asuransi pendidikan. Asuransi pendidikan menyediakan uang tunai sejumlah tertentu ketika anak masuk jenjang-jenjang sekolah, plus asuransi jiwa, plus pembebasan/pembayaran premi jika orangtua meninggal dunia. Jenis asuransi yang biasanya ditawarkan perusahaan asuransi adalah endowment (dwiguna), sebab dia menyediakan uang pertanggungan jiwa sekaligus jaminan uang tunai.
Tapi apakah asuransi pendidikan jenis ini sudah memadai untuk mengkover biaya masuk sekolah di masa depan?
Mari kita tinjau lebih saksama. Sebelumnya kita harus tahu berapa biaya masuk SD, SMP, SMA, dan PT saat ini, lalu kalkulasikan biaya di masa depan dengan memasukkan faktor inflasi. Mengikuti asuransi pendidikan tanpa terlebih dahulu menghitung kebutuhan anak kita di masa depan akan berakibat dua hal. Pertama, kemahalan, tapi ini masih mending, sebab mendingan lebih daripada kurang. Kedua, dana tahapan pendidikan yang kita terima tidak dapat membantu pada saatnya dibutuhkan, karena jumlahnya kekecilan.
Sekadar gambaran kasar, mari kita anggap biaya masuk SD saat ini 5 juta, SMP 7 juta, SMA 8 juta, dan PT 10 juta. Dengan asumsi inflasi sekitar 10% per tahun, maka 6 tahun kemudian, biaya masuk SD adalah 9 juta, 12 tahun kemudian biaya masuk SMP 20 juta, 15 tahun kemudian biaya masuk SMA 31 juta, dan 18 tahun kemudian biaya masuk PT 50 juta. Total dana yang dibutuhkan 110 juta.
Beberapa produk asuransi pendidikan yang pernah saya lihat memberikan dana tahapan 10% UP saat masuk SD, 20% UP saat masuk SMP, 20-25% UP saat masuk SMA, dan 45-50% UP saat masuk PT. Ada juga yang memberikan dana 10% UP di tahun kelima (masuk TK), tapi persentase saat masuk PT jadi berkurang. Secara umum, dengan skema pembagian dana seperti itu, nasabah akan balik modal (balik 100%) pada saat anaknya masuk PT. Setelah itu, asuransi akan memberikan beasiswa per tahun selama anak kita kuliah di PT selama 4 tahun. Persentasenya dihitung dari saldo terakhir pada tahun masuk PT. Total dana tahapan yang diterima anak nasabah mencapai lebih dari 100% UP.
Dari gambaran tsb, maka kita membutuhkan asuransi pendidikan dengan UP 100 juta s.d. 110 juta. Agar lebih mudah menghitungnya, kita ambil yang 100 juta. UP 100 juta ini menjadi dasar perhitungan pemberian dana tahapan, sekaligus menjadi uang tunai yang diberikan lumpsum kepada ahli waris jika pemegang polis (orangtua) meninggal dunia.
Dengan UP 100 juta, maka dana tahapan yang diterima adalah:
- SD (10%) sebesar 10 juta. Insya Allah cukup.
- SMP (20%) sebesar 20 juta. Insya Allah cukup.
- SMA (25%) sebesar 25 juta. Kurang sekitar 6 juta.
- PT (45%) sebesar 45 juta. Kurang sekitar 5 juta.
- Beasiswa per tahun selama kuliah (4-5 tahun), persentasenya dihitung dari saldo rekening tabungan akhir tahun yang ada pada saat itu. Di sinilah nasabah baru mendapat keuntungan dari dana yang telah ia bayarkan. Besarnya kira-kira 10-20% dari UP.
Untuk mendapatkan UP 100 juta, jika masa pembayaran premi 18 tahun (anak baru lahir), usia orangtua sekitar 30 tahun, maka yang harus dibayar adalah 100 juta dibagi 18 tahun, yaitu 5,6 juta per tahun atau 470 ribu per bulan (dibulatkan). Jika anak kita telah berusia 3 tahun, maka masa pembayarannya 15 tahun, dan premi bulanannya menjadi 560 ribu. (Lebih mahal. Itulah sebabnya, waktu terbaik mempersiapkan dana pendidikan adalah sedini mungkin).
Itu gambaran umum asuransi pendidikan yang biasanya ditawarkan perusahaan asuransi. Ada asuransi pendidikan yang memakai skema sedikit berbeda, dengan total dana tahapan mencapai 250% bahkan lebih, tapi preminya lebih mahal.
Tabungan Pendidikan
Selain asuransi pendidikan, ada pula yang disebut tabungan pendidikan. Bedanya, asuransi pendidikan diterbitkan perusahaan asuransi, tabungan pendidikan dikeluarkan oleh bank. Dibanding asuransi pendidikan, tabungan pendidikan memberikan nilai tunai yang lebih besar karena ada bunganya. Besar bunganya sedikit di bawah bunga deposito dan lebih tinggi dari rekening biasa; saat ini sekitar 4-5%.
Tabungan pendidikan juga ada asuransi jiwanya dan fasilitas bebas premi. Hanya asuransi jiwanya sangat kecil, yaitu (dari sebuah produk yang pernah saya lihat) antara 5 s.d. 20 kali setoran bulanan, tergantung kapan meninggalnya. Jadi jika setoran bulanannya 500 ribu, premi asuransi jiwanya antara 2,5 juta s.d. 10 juta.
Sekarang, tabungan pendidikan juga ada yang menawarkan asuransi jiwa lebih besar, sampai 320 x hingga 480 x setoran bulanan, dan ada pula yang disertai rider kesehatan. Namun tambahan manfaat itu akan mengurangi porsi tabungan antara 10% hingga 30%.
Di sini, tabungan pendidikan menjadi tidak ada bedanya dengan asuransi pendidikan, yaitu sama-sama tergolong asuransi endowment (dwiguna; asuransi+tabungan). Namun tabungan pendidikan memberikan kelebihan lain, yaitu dana lebih mudah diambil (karena sifatnya tabungan), besar pengambilannya terserah kita, dan waktu pengambilan dana bisa kapan saja (jumlah dana dan waktu pengambilan dana tidak tercantum di perjanjian).
Tinjauan Asuransi Pendidikan Jenis Endowment
Sekarang mari kita tinjau asuransi pendidikan endowment tsb dengan beberapa pertanyaan.
Pertama, apakah dana tahapan yang diberikan cukup membantu pada saat nanti dibutuhkan? Jika asumsi inflasi 10% terpenuhi atau kurang dari itu, maka dananya cukup. Kurang-kurang sedikit bisalah kita tambah dari uang sendiri.
Pada kenyataannya, biaya pendidikan mungkin naik lebih besar daripada asumsi tsb. Maka kalau mau lebih aman, kita perlu menggunakan asumsi 15% atau bahkan 20%, dan jika begitu, maka premi yang kita bayarkan bisa mencapai 2 hingga 4 kali lipat.
Selain itu, kalaupun inflasi pendidikan hanya 10% atau kurang, premi yang dibayarkan sebesar 470 ribu per bulan itu sebetulnya terlalu mahal. Jika uang itu kita taruh di deposito dengan bunga 6% per tahun, maka total yang kita dapat bukan lagi 100 juta, melainkan 160-an juta. Hanya memang tidak ada asuransinya.
Kedua, jika pemegang polis meninggal dunia, apakah dana tahapan tetap diterima? Ya. Bahkan ada pula lumpsum sebesar 100 juta.
Tapi bicara tentang asuransi jiwa, sesungguhnya UP 100 juta itu sangatlah kecil. Jika pemegang polis atau orangtua meninggal dunia, uang 100 juta itu jika dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari mungkin akan habis dalam satu-dua tahun.
Adakah yang Lebih Murah?
Kita lanjutkan tinjauan kita.
Ketiga, apakah ada cara yang lebih murah? Ada, yaitu dengan menggunakan produk asuransi mutakhir yang disebut unit link. Unit link adalah asuransi plus investasi. Model investasi pada unit link sama dengan reksadana, yaitu manajer investasi mengalokasikan dana nasabah ke saham, campuran saham dan obligasi, atau campuran obligasi dan deposito (tergantung jenis reksadananya).
Di sini unit link berbeda dengan endowment yang merupakan gabungan antara asuransi dan tabungan. Apa bedanya investasi dengan tabungan? Investasi mengandung harapan adanya keuntungan yang lebih besar di masa yang akan datang, sementara tabungan hanya menghasilkan sejumlah yang dikumpulkan ditambah bunga. Karena potensi hasilnya yang lebih besar itu, maka investasi mengandung risiko kerugian, sementara tabungan lebih aman. Perbedaan lainnya, hasil investasi bisa mengungguli inflasi, nilai tabungan bisa dipastikan akan tergerus inflasi.
Nilai tunai pada asuransi endowment merupakan tabungan karena jumlahnya dijamin. Sedangkan nilai tunai pada unit link merupakan hasil investasi, jumlahnya tidak dijamin tapi bisa lebih besar.
Pilih mana: dijamin tapi jumlahnya kecil, atau tidak dijamin tapi jumlahnya bisa lebih besar?
Selain memberikan peluang retur investasi yang lebih besar dari inflasi, unit link juga memberikan UP jiwa yang jauh lebih besar.
Sekadar gambaran, dari mesin program unit link yang saya punya, premi 470 ribu/bulan selama 18 tahun, untuk orangtua dengan usia 30 tahun, akan memberikan manfaat:
1. “Dana tahapan” dengan jumlah yang sedikit lebih besar dibanding yang diberikan asuransi pendidikan endowment, yaitu 10 juta (masuk SD), 20 juta (SMP), 31 juta (SMA), 50 juta (PT). Total 110 juta.
2. Bonus 10 juta per tahun selama 5 tahun di PT, diberikan jika asumsi investasi minimal 10% per tahun terpenuhi.
Sampai di sini, total “dana tahapan” mencapai 160 juta, lebih besar daripada total dana yang disetor sebesar 101 juta. Istilah dana tahapan saya taruh di antara tanda petik (“), karena dana unit link pada dasarnya bisa diambil berapa saja dan kapan saja, asalkan masih ada sisa untuk membayari biaya asuransi jiwa. Sama seperti halnya tabungan pendidikan, waktu pengambilan dana dan besarnya dana tidak tercantum dalam polis.
3. UP jiwa sebesar 300 juta, diberikan jika orangtua meninggal dunia. Manfaat ini berlaku seumur hidup, bukan hanya selama masa pembayaran premi.
4. Hasil investasi yang terus berkembang dan membesar, yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk dana pensiun dan tambahan warisan. Manfaat ini membutuhkan terpenuhinya asumsi investasi minimal 13% per tahun.
Skema dan manfaat tsb didapat dengan pembagian porsi asuransi sebesar 230 ribu dan porsi investasi sebesar 240 ribu. Selain itu, sejumlah rider (asuransi tambahan) dapat pula ditambahkan, seperti manfaat rawat inap dan pembedahan di RS, perlindungan terhadap sakit kritis, perlindungan dari kecelakaan, perlindungan dari cacat total, dan manfaat payor (pembebasan premi plus pembayaran premi jika pemegang polis mengalami sakit kritis/cacat total). Jika manfaat-manfaat tambahan tsb diambil, maka komposisi asuransi dan investasi bisa berubah, dan itu mengubah pula dana tahapan ataupun UP jiwa yang bisa diberikan.
Meski hasil investasi pada unit link tidak dijamin, bukan berarti akan rugi. Ada beberapa cara untuk melindungi hasil investasi supaya menghasilkan retur yang optimal, salah satunya dengan diversifikasi dana atau penyebaran dana pada beberapa instrumen. Dana unit link diinvestasikan pada berbagai instrumen investasi, ada yang murni saham (reksadana saham), ada yang campuran saham dan obligasi (reksadana campuran/berimbang), dan ada yang pada obligasi dan deposito (reksadana pendapatan tetap). Khusus untuk keperluan pendidikan, komposisi yang cukup ideal untuk menghasilkan retur optimal (cukup tinggi tapi juga cukup aman) adalah 20% reksadana saham, 30% reksadana campuran, dan 50% reksadana pendapatan tetap. Dengan komposisi ini, maka mencapai retur 13% per tahun terbilang cukup realistis.
Untuk mendapatkan manfaat yang kira-kira sama dengan yang diberikan asuransi endowment, yaitu dana tahapan plus UP jiwa 100 juta, unit link saya bisa mengenakan premi antara 300 ribu s.d. 350 ribu/bulan.
Keempat, adalah cara yang lebih murah lagi? Ya, yaitu asuransinya dipisah dengan investasinya. Pertama, ambil dulu asuransi jiwa berjangka (term life) dengan jangka waktu 18 atau 23 tahun (sampai anak kita lulus kuliah/bekerja). Untuk UP 100 juta, preminya sekitar 400-500 ribu per tahun, tergantung perusahaan asuransinya. Untuk UP 300 juta preminya sekitar tiga kali lipatnya. Berbeda dengan unit link yang asuransi jiwanya berlaku seumur hidup, masa berlaku asuransi jiwa murni sama sepertiendowment, yaitu selama masa perjanjian.
Setelah itu silakan berinvestasi sendiri, di reksadana atau saham, atau di emas dan perak, atau berbisnis apa saja. Perbedaannya dengan investasi lewat unit link ataupun tabungan endowment, jika investasi/usaha sendiri kita bebas menentukan berapa dana yang kita setorkan dan kapan kita setorkan, besarnya tidak harus sama dan tidak harus rutin. Tapi perlu diingat bahwa jika tujuan ingin tercapai, bagaimana pun kita harus disiplin.
Simpulan
1. Cara terbaik mempersiapkan dana pendidikan anak adalah dengan menabung atau berinvestasi pada instrumen yang memberikan retur lebih besar daripada inflasi (kenaikan harga). Pada saat yang sama, orangtua juga harus mengambilasuransi jiwa, agar jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada dirinya, rencana pendidikan anak tetap terjaga. Asuransi jiwanya dapat disatukan dengan investasi, dapat pula dipisah. Masing-masing ada plus-minusnya.
2. Contoh tabungan yang kebal inflasi adalah emas dan perak. Tabungan jenis lain (celengan, rekening bank, deposito) lebih baik dihindari untuk jangka panjang.
3. Contoh investasi antara lain saham dan reksadana. Kedua instrumen ini menawarkan retur yang lebih tinggi dari emas dan perak, tapi mengandung risiko kerugian. Risiko kerugian bisa diminimalkan dengan pengetahuan yang mencukupi tentang dunia investasi.
4. Asuransi pendidikan jenis endowment menjamin sejumlah dana tahapan pendidikan dan uang pertanggungan jiwa jika meninggal dalam masa perjanjian. Tapi karena nilai tunainya berbentuk tabungan, ia dapat tergerus oleh inflasi. Untuk menyiasatinya, cicilan tabungan kita harus lebih besar dari seharusnya. Selain itu UP jiwanya terbilang kecil, hanya sejumlah total uang yang rencananya kita bayarkan, dan berlaku hanya selama masa perjanjian.
5. Tabungan pendidikan hampir mirip dengan asuransi pendidikan. Nilai tunai lebih besar karena ada bunga, namun asuransi jiwa lebih kecil. Selain itu tabungan pendidikan lebih fleksibel dalam hal waktu pengambilan dana dan besarnya dana yang dapat diambil.
6. Asuransi unit link menawarkan hasil investasi yang lebih besar daripadaendowment, UP jiwa yang lebih besar dan berlaku seumur hidup, serta dapat ditambahkan rider (manfaat asuransi lainnya) yang beragam. Dana unit link tidak dijamin, tapi keamanan dana serta hasil investasi dapat dioptimalkan dengan pengaturan komposisi instrumen yang tepat.
7. Yang lebih murah dari itu semua adalah memisahkan asuransi dan investasi. Asuransinya ambil yang murni dengan jangka waktu sesuai kebutuhan (sampai kira-kira anak kita mandiri). Investasinya bisa dipilih sendiri, dengan catatan harus disiplin.

Baca Selengkapnya ....

membangun karakter anak

Posted by Unknown 0 komentar

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini


Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Penting nya Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan adalah merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa, oleh karena itu setiap warga Negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun tinggi. Dalam bidang pendidikan seorang anak dari lahir memerlukan pelayanan yang tepat dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan disertai dengan Pemahaman mengenai karakteristik anak sesuai pertumbuhan dan perkembangannya akan sangat membantu dalam menyesuaikan proses belajar bagi anak dengan usia, kebutuhan, dan kondisi masing-masing, baik secara intelektual, emosional dan sosial.
Sebelum bicara lebih jauh, apa sih pendidikan anak usia dini? Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagianak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Mengapa pendidikan anak usia dini itu sangat penting?

Berdasarkan hasil penelitian sekitar 50% kapabilitaas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun,8 0% telah terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun, dan setelah itu walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.

Hal ini berarti bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. Sehingga periode ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa. Sementara masa emas ini hanya datang sekali, sehingga apabila terlewatkan berarti habislah peluangnya.
Menurut Byrnes, pendidikan anak usia dini akan memberikan persiapan anak menghadapi masa-masa ke depannya, yang paling dekat adalah menghadapi masa sekolah. “Saat ini, beberapa taman kanak-kanak sudah meminta anak murid yang mau mendaftar di sana sudah bisa membaca dan berhitung. Di masa TK pun sudah mulai diajarkan kemampuan bersosialisasi dan problem solving. Karena kemampuan-kemampuan itu sudah bisa dibentuk sejak usia dini,” jelas Byrnes.
Selanjutnya menurut Byrnes, bahwa pendidikan anak usia dini itu penting, karena di usia inilah anak membentuk pendidikan yang paling bagus. Di usia inilah anak-anak harus membentuk kesiapan dirinya menghadapi masa sekolah dan masa depan. Investasi terbaik yang bisa Anda berikan untuk anak-anak adalah persiapan pendidikan mereka di usia dini.

Ada dua tujuan mengapa perlu diselenggarakan pendidikan anak usia dini, yaitu:

Tujuan utama: untuk membentuk anak yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
Singkatnya, pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Apa perbedaan anak yang mendapatkan pendidikan anak usia dini di lembaga yang berkualitas dengan anak yang tidak mendapatkan pendidikan anak usia dini?
Menurut Byrnes (Peraih gelar Woman of the Year dari Vitasoy di Australia) di lembaga pendidikan anak usia dini yang bagus, anak-anak akan belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat bersosialisasi, percaya diri, punya rasa ingin tahu yang besar, bisa mengambil ide, mengembangkan ide, pergi ke sekolah lain dan siap belajar, cepat beradaptasi, dan semangat untuk belajar.
Sementara, anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini, akan lamban menerima sesuatu. Anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini yang tepat, akan seperti mobil yang tidak bensinnya tiris. Anak-anak yang berpendidikan usia dini tepat memiliki bensin penuh, mesinnya akan langsung jalan begitu ia ada di tempat baru. Sementara anak yang tidak berpendidikan usia dini akan kesulitan memulai mesinnya, jadinya lamban.
Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Begitu pentingnya pendidikan ini tidak mengherankan apabila banyak negara menaruh perhatian yang sangat besar terhadap penyelenggaraan pendidikan ini hingga pemerintah Indonesia pun memberikan layanan pendidikan gratis hingga tingkat SMP.



Baca Selengkapnya ....

membangun karakter anak pada usia dini.(PAUD)

Posted by Unknown 0 komentar

Membangun Karakter Sejak Pendidikan Anak Usia Dini
Kawan, jika saya ditanya kapan sih waktu yang tepat untuk menentukan kesuksesan dan keberhasilan seseorang? Maka, jawabnya adalah saat masih usia dini. Benarkah? Baiklah akan saya bagikan sebuah fakta yang telah banyak diteliti oleh para peneliti dunia.
Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age).
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli Perkembangan dan Perilaku Anak dari Amerika bernama Brazelton menyebutkan bahwa pengalaman anak pada bulan dan tahun pertama kehidupannya sangat menentukan apakah anak ini akan mampu menghadapi tantangan dalam kehidupannya dan apakah ia akan menunjukkansemangat tinggi untuk belajar dan berhasil dalam pekerjaannya.
Nah, oleh karena itu, kita sebagai orang tua hendaknya memanfaatkan masa emas anak untuk memberikanpendidikan karakter yang baik bagi anak. Sehingga anak bisa meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupannya di masa mendatang. Kita sebagai orang tua kadang tidak sadar, sikap kita pada anak justru akan menjatuhkan si anak. Misalnya, dengan memukul, memberikan pressure yang pada akhirnya menjadikan anak bersikap negatif, rendah diri atau minder, penakut dan tidak berani mengambil resiko, yang pada akhirnya karakter-karakter tersebut akan dibawanya sampai ia dewasa. Ketika dewasa karakter semacam itu akan menjadi penghambat baginya dalam meraih dan mewujudkan keinginannya. Misalnya, tidak bisa menjadi seorang public speaker gara-gara ia minder atau malu. Tidak berani mengambil peluang tertentu karena ia tidak mau mengambil resiko dan takut gagal. Padahal, jika dia bersikap positif maka resiko bisa diubah sebagai tantangan untuk meraih keberhasilan. Anda setuju kan?
Banyak yang mengatakan keberhasilan kita ditentukan oleh seberapa jenius otak kita. Semakin kita jenius maka semakin sukses. Semakin kita meraih predikat juara kelas berturut-turut, maka semakin sukseslah kita. Benarkah demikian? Eit tunggu dulu!
Saya sendiri kurang setuju dengan anggapan tersebut. Fakta membuktikan, banyak orang sukses justru tidak mendapatkan prestasi gemilang di sekolahnya, mereka tidak mendapatkan juara kelas atau menduduki posisi teratas di sekolahnya. Mengapa demikian? Karena sebenarnya kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan otak kita saja. Namun kesuksesan ternyata lebih dominan ditentukan oleh kecakapan membangung hubungan emosional  kita dengan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Selain itu, yang tidak boleh ditinggalkan adalah hubungan spiritual kita dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Tahukah anda bahwa kecakapan membangun hubungan dengan tiga pilar (diri sendiri, sosial, dan Tuhan) tersebut merupakan karakter-karakter yang dimiliki orang-orang sukses. Dan, saya beritahukan pada anda bahwa karakter tidak sepenuhnya bawaan sejak lahir. Karakter semacam itu bisa dibentuk. Wow, Benarkah? Saya katakan Benar! Dan pada saat anak berusia dini-lah terbentuk karakter-karakter itu. Seperti yang kita bahas tadi, bahwa usia dini adalah masa perkembangan karakter fisik, mental dan spiritual anak mulai terbentuk. Pada usia dini inilah, karakter anak akan terbentuk dari hasil belajar dan menyerap dari perilaku kita sebagai orang tua dan dari lingkungan sekitarnya. Pada usia ini perkembang mental berlangsung sangat cepat. Pada usia itu pula anak menjadi sangat sensitif dan peka mempelajari dan berlatih sesuatu yang dilihatnya, dirasakannya dan didengarkannya dari lingkungannya. Oleh karena itu, lingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positif dan sukses.

Lalu, bagaimana cara membangun karakter anak sejak usia dini?

Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman 3 hubungan yang pasti dialami setiap manusia (trianglerelationship), yaitu hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), dengan lingkungan (hubungan sosial dan alam sekitar), dan hubungan dengan Tuhan YME (spiritual). Setiap hasil hubungan tersebut akan memberikan pemaknaan/pemahaman yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak. Cara anak memahami bentuk hubungan tersebut akan menentukan cara anak memperlakukan dunianya. Pemahaman negatif akan berimbas pada perlakuan yang negatif dan pemahaman yang positif akan memperlakukan dunianya dengan positif. Untuk itu,Tumbuhkan pemahaman positif pada diri anak sejak usia dini, salah satunya dengan cara memberikan kepercayaan pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, membantu anak mengarahkan potensinya dengan begitu mereka lebih mampu untuk bereksplorasi dengan sendirinya, tidak menekannya baik secara langsung atau secara halus, dan seterusnya. Biasakan anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungansekitar. Ingat pilihan terhadap lingkungan sangat menentukan pembentukan karakter anak. Seperti kata pepatah bergaul dengan penjual minyak wangi akan ikut wangi, bergaul dengan penjual ikan akan ikut amis. Seperti itulah,lingkungan baik dan sehat akan menumbuhkan karakter sehat dan baik, begitu pula sebaliknya. Dan yang tidak bisa diabaikan adalah membangun hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa. Hubungan spiritual dengan Tuhan YME terbangun melalui pelaksanaan dan penghayatan ibadah ritual yang terimplementasi pada kehidupan sosial.
Nah, sekarang kita memahami mengapa membangun pendidikan karakter anak sejak usia dini itu penting. Usia dini adalah usia emas, maka manfaatkan usia emas itu sebaik-baiknya.

Baca Selengkapnya ....
Trik SEO Terbaru support Online Shop Baju Wanita || Digital Areas - Original design by Bamz | Copyright of fafa's blog.